Situs-Situs di Jatiayu

bandi 08 Agustus 2016 10:24:21 WIB

SITUS-SITUS BERSEJARAH DI DESA JATIAYU

Makam Ki Ageng Wanakusuma

Salah satu situs bersejarah yang ada di Desa Jatiayu adalah Makam Ki Ageng Wanakusuma yang terletak di Dusun Wonotoro, Gunung Kidul, Yogyakarta. Ki Ageng Wanakusuma adalah seorang tokoh yang merupakan keturunan dari Kerajaan Mataram Islam. Makam ini selalu ramai dikunjungi untuk ziarah, tidak terkecuali dari pihak Keraton Yogyakarta. Makam Ki Ageng Wanakusuma dilindungi oleh bangunan berupa cungkup. Di dalam cungkup tersebut juga terdapat 9 makam yang merupakan kerabat dan pengikut setia Ki Ageng Wanakusuma.

 

Candi Lawang

Candi Lawang merupakan salah satu situs yang ada di Desa Jatiayu. Menurut cerita lokal yang didapat secara turun temurun, dulunya terdapat sebuah candi di Jatiayu yang biasa disebut dengan Candi Lawang. Candi ini konon merupakan bagian dari sebuah kadipaten yang pernah berada di sana. Candi Lawang ini berada di Padukuhan Candi 6 dan terletak di kawasan kuburan. Sampai sekarang masih dapat ditemui beberapa sisa-sisa dari bangunan Candi seperti yoni dan beberapa bata besar. Menurut keterangan dari beberapa orang, dahulu di sekitar kuburan juga ditemukan beberapa arca dan perhiasan yang kemudian dibawa oleh pihak pemerintah ke Yogyakarta.

 

 

Situs Nglemuru

Situs Nglemuru merupakan salah satu situs yang ada di Desa Jatiayu. Menurut masyarakat setempat, tempat ini dulunya pernah berdiri sebuah bangunan Candi. Namun informasi lain ada yang menyebutkan bahwa tempat ini merupakan sebuah makam dari tokoh masyarakat pada masa lalu yaitu Kyai Nglemuru. Saat ini, situs tersebut hanya tersisa beberapa bongkah batu yang cukup besar. Situs ini berada di padukuhan Candi 6 dan masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat sampai sekarang.

 

Situs Gendeng

Situs Gendeng merupakan salah satu tempat yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai tempat bersejarah di Desa Jatiayu. Meskipun begitu, masyarakat juga tidak mengetahui secara pasti Situs Gendeng merupakan tempat yang dulunya difungsikan sebagai apa. Menurut cerita masyarakat secara turun temurun, zaman dahulu wilayah Gunungkidul merupakan tempat yang dijadikan sebagai pelarian orang-orang dari Kerajaan Majapahit yang terdesak dengan keberadaan Islam. Setelah itu, orang-orang Majapahit mendiami wilayah Gunungkidul bersama dengan orang lokal dan mengganti nama mereka untuk menyamarkan identitas mereka. Situs Gendeng ini bisa jadi merupakan salah satu tempat dari pelarian orang-orang Majapahit tersebut. Situs Gendeng ini pada zaman dulu dipercaya terdapat mursinasaban atau sumur yang disembunyikan. Di tempat ini juga terdapat kuburan yang oleh masyarakat setempat disebut Gus Sopo atau tuannya siapa. Situs Gendeng ini juga sudah tidak bisa dilihat sisa-sisanya. Situs ini terdapat di Padukuhan Candi 7.

Catatan:

Data mengenai situs-situs bersejarah yang ada di Desa Jatiayu yang telah dituliskan sebelumnya didapat dari hasil wawancara dari tetua desa dan beberapa masyarakat setempat. Data tersebut berasal dari cerita yang sudah ada secara turun-temurun. Oleh karena itu, data di atas belum bisa sepenuhnya dibuktikan secara ilmiah. Meskipun begitu, cerita-cerita secara turun temurun yang berkembang di masyarakat bisa menjadi salah satu cara dalam mengetahui sejarah dan mendeskripsikan situs-situs bersejarah yang ada di wilayah Desa Jatiayu agar masyarakat setempat bisa mengetahui situs-situs bersejarah beserta latar belakangnya yang ada di sekitar mereka. Sumber mengenai situs-situs bersejarah yang ada di Desa Jatiayu sangat minim sekali, oleh karena itu dibutuhkan sumber-sumber lain dan tidak menutup kemungkinan adanya perbaikan data mengenai situs-situs bersejarah di Desa Jatiayu di kemudian hari.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Lokasi JATIAYU

tampilkan dalam peta lebih besar